
Minyak nilam dan cengkeh merupakan komoditi export dan lokal dengan harga jual yang cukup terbilang tinggi, semuanya itu dibuat dari daun ataupun ranting yang telah dikeringkan.
Pohon nilam mudah tumbuh diberbagai tempat namun pada tempat tertentu kadar minyaknya bisa berbeda begitu juga dengan cengkih, sedangkan perbedaan nilam dan cengkih adalah dari tekstur pohonya.
Pohon nilam adalah jenis tanaman perdu atau sejenis rumput liar dan tidak berumur panjang namun dapan ditanam di halaman rumah, batas pekarangan sawah atau dapat juga sebagai tanaman tumpangsari / tanaman sela, cara memanenya pohon dipangkas dan nanti akan bersemi lalu dipangkas lagi bisa sampai beberapa kali.
setelah bohon nilam dipangkas lalu dijemur dengan batang2xnya hingga kekeringan tertentu baru pisa diproses dengan tungku penyulingan.
Berbeda dengan pohon cengkih, pohonya bisa besar dan tinggi serta bisa berumur puluhan tahun. sebenarnya pohon cengkih dibudidayakan untuk diambil buahnya, namun apabila musim gugur daunya sangat melimpah dan ahirnya setelah dijemur dan cukup kering dapat disuling untuk diambil minyaknya yang sangat khas dengan bau cengkih itu sendiri.
Proses penyulingan adalah, daun nilam atau daun cengkih kering dimasukan kedalam ketel penyulingan yang diberi pipa penguapan dan ditutup rapat lalu dimasak / dikukus.
bagian tengah pipa penguapan direndam dalam bak yang diisi air untuk medinginkan uap dari proses pemasakan
agar uap yang keluar dari pipa berubah menjadi air yang bercampur dengan minyak hasil sulingan dan ditampung pada suatu wadah.
dalam wadah penampungan minyak akan terpisah dengan air dan minyaknya diambil sebagai hasil penyulingan yang kita inginka sedangkan airnya kita buang.
Disini perkenankan kami untuk menawarkan pembuatan ketel penyulingan dengan 2 ukuran dan bisa dibuat dengan baha plat stainlis atau plat besi.
.
1. Diameter ketel 180Cm kapasitas isi untuk nilam kering 500Kg dan untuk daun cengkih kering 1000Kg.
2. Diameter ketel 154Cm kapasitas isi nilam kering 300Kg dan daun cengkih kering 700Kg.